Bung Arkka’s Weblog

Just another weblog @ Werk!

e-Modifikasi Master Pages September 8, 2008

Filed under: F-Pages-17---13 — bungarkka @ 7:03 am
Tags:

MODIFIKASI MASTER PAGE

SharePoint menentukan layout, web zone, navigasi web part, dan style yang digunakan pada keseluruhan halaman lewat site master page.
Pada umumnya, merubah site master page terlihat pada perbedaan penampilan suatu site (situs), letak dan bentuk navigasi web part yang digunakan pada keseluruhan site (situs).
Tidak seperti di WSS, di MOSS anda bisa memilih langsung tipe master page nya dari pilihan yang sudah disediakan.
Swap Master Page di MOSS

Di MOSS, anda bisa merubah master page nya dengan mudah dan cepat. 
Cara ini tidak berbeda dengan merubah theme pada situs, namun ada kelebihannya karena ia tidak sekedar merubah penampilan tetapi juga merubah layout dan navigasinya web part, dan termasuk juga style dan font nya.
Untuk merubah penampilan situs utama (homepage), caranya:
1. Navigasi ke situs utama dan klik Site Actions lalu pilih Site Settings dan Modify All Site Settings
2. Klik Master Page dibagian Look and Feel
3. Pada Site Master Page, pilih OrangeSingleLevel.master
4. Pada System Master Page, pilih OrangeSingleLevel.master dan klik OK. SharePoint merubah keseluruhan layout dan style pada keseluruhan halaman SharePoint.
Perbedaan antara Site Master Page dengan System Master Page adalah, yang pertama mengendalikan penampilan pada penampilan halaman depan, sedangkan System Master mengendalikan penampilan halaman untuk list dan library nya.
Meng-edit Master Page

Ada 2 cara untuk meng-edit master pages yang terdapat disetiap site, yaitu: download page nya dari master page gallery, kemudian lakukan perubahannya dan upload kembali. Cara yang kedua adalah membuka master page nya dengan SharePoint Designer.
Cara yang manapun bisa anda lakukan, namun saya perlihatkan cara yang paling mudah yaitu menggunakan SharePoint Designer.
1. Pergi ke situs utama (homepage)
2. Klik Site Actions dan pilih Site Settings, Modify All Site Settings dan klik Master Page dibagian GAlleries
3. Klik menu Edit pada file default.master dan pilih Edit in Microsoft Office SharePoint Designer. Pilih OK untuk Check-out. SharePoint membuka file itu di Designer.
4. Contohnya saya lakukan perubahan di line 296 tepatnya dibagian QuickLaunch, saya ingin buat cascading menu, untuk itu saya rubah angkanya. Lalu saya Save dan saya tutup Site ini agar perubahan terjadi.
5. Kembali ke Master Page Gallery, perubahan pada default.master masih dalam tahap Draft, ini karena saya belum mendapatkan approval. Anggap saja saya sudah selesai dengan perubahan pada file ini, maka saya berikan final revision nya, yang kemudian saya berikan approval nya juga.
6. Kini Quick Launch menu telah berubah menjadi cascading, baik pada situs utama maupun pada subsite nya.

 

Pemindahan Master Page ke Server

Setelah anda sudah selesai mengedit master page nya, anda bisa menggunakannya untuk site tertentu saja atau pada keseluruhan server.
Cara memindahkan master page ke server:
1. Pergi ke situs utama (homepage)
2. Klik Site Actions dan pilih Site Setting dan Modify All Site Settings
3. Klik Master Page pada bagian Galleries
4. Klik menu Edit nya default.master dan pilih Send To dan klik Download a Copy
5. KLik Save dan simpan di folder MasterPage buatan anda jika ingin menggunakannya untuk siter tertentu saja
6. Jika ingin menggunakannya untuk keseluruhan server, maka pergi ke folder C:\Program Files\Common Files\Microsoft Shared\web server extensions\12\TEMPLATE\FEATURES\PublishingLayouts\MasterPages
7. Anda bisa menyimpannya sebagai default.master atau rubah namanya menjadi CascadingMenu.master setidaknya bisa tau apa perbedaannya dari master page lainnya, dan klik Save.
SharePoint memiliki 2 master page di dalam folder GLOBAL, yang satu bernama default.master yang biasa digunakan oleh site template umumnya seperti Team Site, Blank Site dsb.
Sedangkan mwsdefault.master digunakan oleh meeting workspace site template saja.
Jika anda tanpa sengaja telah menyimpan jenis default.master ke meeting workspace site template, maka apa yang terjadi ialah kehilangan fitur-fitur yang biasa terdapat pada meeting workspace site template dan begitu sebaliknya. Jadi perhatikan baik baik hal ini.

Advertisements
 

d-Koneksi ke Data dengan WSRP di MOSS

Filed under: F-Pages-17---13 — bungarkka @ 7:02 am
Tags:

KONEKSI KE DATA DENGAN WSRP DI MOSS

MOSS WSRP web part menampilkan hasil dari web services yang mengimplementasikan standardisasi Web Services for Remote Portlests (WSRP).
Tidak seperti pada web service provider lainnya yang men-generate unformatted XML, WSRP men-generate HTML markup fragments.
HTML markup lebih gampang untuk ditampilkan pada halaman situs.
Untuk menggunakan WSRP dari SharePoint:
1. Buat file baru bernama TrustedWSRPProducers.config
2. Copy paste kode nya lalu save file ini. Contoh kode ini mengkonfigurasi NetUnity WSRP producer demo untuk bisa digunakan pada server.
3. Buka Command Prompt dan ketik iisreset.exe
4. Tambahkan WSRP web part pada tes page dan pilih service yang sesuai

Untuk informasi lebih lanjut, anda bisa lihat di situs NetUnity wsrp.netunitysoftware.com

 

c-Memfilter List dan Libraries di MOSS

Filed under: F-Pages-17---13 — bungarkka @ 7:01 am
Tags:

MEMFILTER LIST DAN LIBRARIES DI MOSS

Filter web part yang terdapat pada MOSS melimitasi apa yang diperlihatkan pada halaman SharePoint. 
Anda bisa menggunakan web part ini dalam tiga cara: menampilkan halaman SharePoint berdasarkan pengguna, memperbolehkan pengguna melimitasi apa yang ditampilkan sesuai kriteria yang diisi olehnya, otomatis memfilter sesuai kriteria passed-in query string.
Demonstrasi berikut ini akan memperlihatkan ketiga teknik yang disebut tadi.
Filter web part hanya berlaku untuk MOSS 2007.
Filtrasi Berdasarkan Pengguna
Current User Filter web part persis dengan menggunakan [me] untuk memfilter view pada list.
Web part filter ini bisa digunakan pada lebih dari satu item di halaman.
Untuk melihat cara web part filter ini bekerja:
1. Navigasi ke percontohan site yang memiliki document library dan task list
2. Buat contoh page, kemudian tambahkan document library dan task list padanya sebagai web part
3. Tambahkan Current User Filter web part pada page nya
4. Klik menu Edit dan pilih Connections dan klik Send Filter Values To dan Tasks. SharePoint menampilkan Configure Connections dialog box
5. Pilih Consumer Field Name Assigned To dan klik Finish. SharePoint memberikan hasil filter nya pada Tasks list
6. Klik menu Edit dan pilih Connections lalu klik Send Filter Values To dan Document Library
7. Pilih Consumer Field Name: Modified By dibagian Configure Connections lalu klik Finish. SharePoint memberikan hasil filter nya pada document library
Filter hanya berlaku untuk kolum yang visible di web part.
Itulah sebabnya kenapa hanya kolum Type dan Modified By tampil di Consumer Field Name drop-down untuk document library nya.
Jika anda ingin memfiltrasi berdasarkan Created By ataupun kolum lainnya, pertama anda harus menambahkan kolum tersebut pada view di Documents web part.

 

Membuat Kostum Filter
Choice, SharePoint List, dan Text Filter web part menerima nilai filter yang dipilih oleh pengguna.
Gunakanlah web part ini bersamaan dengan Filter Actions web part untuk membuat halaman yang bisa ditentukan filtrasinya oleh pengguna itu sendiri.
Untuk melihat caranya bekerja:
1. Navigasi ke percontohan site pada demonstrasi sebelumnya
2. Tambahkan Task list, document library, dan Text Filter web parts pada page nya
3. Di Text Filter web part toolbar, klik Open dan berikan nama Sample Text Filter. Klik OK
4. Konek Text Filter ke Documents and Tasks web part seperti yang sudah anda lakukan pada demonstrasi sebelumnya. Klik Exit Edit Mode jika sudah selesai
5. Text filter memperbolehkan pengguna mengisi nama untuk melihat jenis task dan dokomen yang di inginkan seperti yang terlihat disini.
Teks filter tidak case-sensitif, namun ia harus matching dengan benar.
Tidak ada karakter wild-card atau setengah matching.
Cara yang lebih baik dalam membuat contoh seperti diatas adalah menggunakan SharePoint List Filter web part, dimana ia mencari nilai filter nya dari list.
Untuk melakukan perubahan ini, caranya:
1. Hapus contoh Text Filter web part dan tambahkan SharePoint List Filter pada page nya
2. Ubah setting property nya SharePoint List Filter web part dibagian Filter Name diset ke Sample List Filter
3. Dibagian List di set ke Documents
4. Dibagian View di set ke All Documents
5. Dibagian Value Field di set ke Modified By
6. Dibagian Description Filed di set ke Modified By
7. Konek filter web part nya ke Documents and Tasks web part
8. Klik Exit Edit Mode setelah selesai. Kini Sample List Filter menampilkan list berdasarkan pilihan filtrasi ketika anda mengklik tombol filter nya seperti ini.
Filter web part lainnya bekerja sama persis dengan yang anda praktekan disini.
Dalam menerapkan filter web part, anda harus ingat beberapa limitasi diantaranya, anda harus memberikan nama pada filter nya sebelum anda mengkoneksi ke web part lainnya.
Sekali terkoneksi, anda tidak bisa merubah properties filter tersebut. Untuk melakukan hal itu, anda harus disconnect filter nya, ubah properties nya lalu konek kembali.
Web part hanya bisa terhubung pada satu filter per koneksi.

 
Saving Filter Options

Pada demonstrasi sebelumnya dimana anda melihat hasil dari filtrasi kolum Modified By dari Documents library untuk hanya menampilkan dokumen dan tugas nya si pengguna.
Jika anda bernavigasi keluar dari halaman itu, dan kemudian kembali lagi, maka pilihan hasil filtrasi nya hilang semua.
Untuk menjaga agar hasil filtrasi tersimpan, anda tambahkan Filter Actions web part pada halaman tersebut.
Filter Actions web part memberikan pilihan tombol dan check-box agar anda bisa memilih hasil filtrasi dan menyimpannya sehingga ketika anda ingin bernavigasi keluar dan kembali lagi, maka hasil filtrasi terakhir yang anda lakukan tetap tertampil seperti yang saya lakukan ini.

 

Menggunakan Passed-in Filters

Query String Filter web part membaca nilai filtrasinya dari sebuah parameter yang dikirim pada halaman dalam bentuk string query.
Gunakan web part ini untuk memfiltrasi secara otomatis pada halaman yang berdasarkan pada link atau nilai dari halaman lainnya.
Untuk melihat bagaimana caranya bekerja, lakukan sebagai berikut:
1. Buat tes page dan tambahkan Task, Documents, dan Query String Filter web part
2. Ubah setting propertinya untuk Filter Name yang diset menjadi Sample Query String
3. Ubah bagian Query String Parameter Name agar diset ke Filter
4. Konek Query String web part ke Task and Documents web part dan klik Exit Edit Mode
5. Ketik URL di address bar untuk apply filter nya seperti ini
Dengan demikian, hasil filtrasinya menampilkan documents dan tasks untuk si pengguna itu.
Dengan men-generate string query yang berbeda, anda bisa menampilkan pada halaman yang sama untuk hasil yang berbeda, tergantung dari cara anda memberikannya link.

 

b-Membuat Client-side Web Parts

Filed under: F-Pages-17---13 — bungarkka @ 7:00 am
Tags:

Membuat Client-side Web Parts

Anda bisa lakukan banyak hal di SharePoint Designer karena fungsinya sama dengan aplikasi HTML/XML Editor.
Sebenarnya, SharePoint Designer adalah kelanjutan dari Microsoft Office Frontpage.
Sedangkan, SharePoint sendiri memiliki kelebihan, yaitu mengedit halaman atau page laungsung lewat browser.
Menggunakan designer untuk merubah SharePoint page bisa merusak performa dan halaman itu sendiri.
Cara yang lebih aman untuk merubah SharePoint page adalah menggunakan web part custom content yang terdiri dari 3, yaitu content editor, page viewer, dan XML web part.
Setelah anda membuat web part, web part ini bisa di ekspor dan dipergunakan kembali pada halaman lain.

 
Cakupan Re-use Elemen

Gunakan web part Content Editor dalam me-multiplikasi kembali halaman-halaman SharePoint.
Anda bisa mengimpor file HTML dengan Content Editor, sehingga nantinya anda bisa gunakan kembali elemen nya pada seluruh site collection.
Untuk melakukan hal ini, caranya:
1. Klik Site Actions dan pilih Create
2. Klik Document Library
3. Berikan nama Cakupan serta deskripsinya
4. Klik No untuk Navigation Quick launch
5. Pilih None untuk Document Template
6. Klik Create
Berikutnya, pastikan akses ke library sudah diset minimum untuk bisa di Read, caranya:
1. Klik Setting dan pilih Document Library Settings
2. Klik Permissions for this document library
3. Anda lihat bahwa Home Visitors minimal punya akses Read. Jika belum, maka ubahlah ke Read
Berikutnya, buatlah file HTML yang bernama main_nav.htm dan upload file ini ke library, caranya:
1. Buka Notepad dan ketik semua kode yang anda lihat ini
2. Save notepad nya dan berikan nama main_nav.htm
3. Saatnya untuk mengupload file ini, klik Upload
4. Klik browse. Ambil lokasi file itu dan klik Open
5. Klik OK
Sekarang buatlah tes page yang berisikan Content Editor web part, caranya
1. Navigasi ke Bamboomedia Intranet
2. Klik Site Actions dan pilih Create
3. Klik Web Part Page dibagian Web Pages
4. Berikan nama content test editor, biarkan yang lainnya default dan klik Create
5. Klik Add a Web Part untuk zona tengah
6. Pilih Content Editor Web Part dan klik Add
7. Klik menu Edit dan pilih Modify Shared Web Part
8. Dibagian Content Link, ketik address lokasi file main_nav.htm
9. Untuk Title nya dibagian Apperance, berikan nama Main_Nav
10. Pilih None untuk Chrome Type
11. Klik OK jika sudah selesai
Kelihatannya Title Bar ini kurang pas, maka klik Edit Ttile Bar Properties dan lakukan perubahan sebagai berikut. Klik OK jika sudah selesai.
Klik Exit Edit Mode untuk keluar.
Inilah Main_Nav web part yang mendapatkan isi konten nya dari Cakupan library.
Dan karena Main_Nav terhubung pada file, perubahan apapun yang terjadi pada file itu akan otomatis terjadi pada web part itu juga, sehingga penggunaan web part di page manapun akan menghemat waktu anda dalam mengedit dsb.

 
Cakupan Images dan Animasi Flash

Content Editor web part juga bisa diandalkan dalam menyertakan image atau gambar yang link ke suatu address.
Misalkan, cara menambahkan logo pada Main_Nav web part:
1. Klik Cakupan library
2. Klik Upload
3. Klik browse, ambil gambar logo yang ingin di upload. Klik Open lalu klik OK
4. Untuk main_nav, klik menu Edit dan pilih Edit in Microsoft Office SharePoint Designer
5. Tepat sebelum kata utama, berikan kode untuk menyertakan logo nya sebagai berikut
6. Jika sudah selesai, klik Save, lalu preview hasilnya. Kini logonya sudah tampil yaitu berbentuk lingkaran biru dengan panah bewarna kuning.
Adapun selain gambar logo, anda juga bisa menyertakan animasi flash dan tinggal menambahkan tags flash nya ke dalam file main_nav itu.

 
Menampilkan Pages didalam Frame

Page View web part membuat IFrame pada halaman yang bisa menampilkan situs dari URL yang valid.
Ketika pengguna mengklik link yang ada didalam Page Viewer web part, maka hasil link situs itu pun akan tampil didalam IFrame.
Dengan kata lain, gunakanlah Page Viewer untuk menampilkan sesuatu tanpa harus keluar navigasi dari halaman.
Salah satu contohnya adalah menyertakan Google Search ke dalam Page Viewer, caranya:
1. Buka Notepad baru
2. Ketik kode yang anda lihat disini
3. Save file ini dan berikan nama gsearch.htm
4. Klik Upload dan ambil file gsearch.htm untuk diupload ke Cakupan library
5. Sekarang buat tes page baru, klik Site Actions dan pilih Create
6. Klik Web Part pages
7. Berikan nama pageviewer
8. Biarkan yang lainnya default lalu klik Create
9. Klik Add a Web Part di zona Header
10. Pilih Page Viewer Web Part dan klik Add
11. Klik menu Edit dan pilih Modify Shared Web Part
12. Dibagian Page Viewer Link, tulis link yang mengarah pada file gsearch.htm
13. Klik Appearance dan dibagian Title tulis Google Search
14. Untuk Height, pilih Yes dan berikan 2024 pixel
15. Untuk Chrome Type pilih None
16. Jika sudah selesai klik OK
Sekarang anda punya Google Search langsung di halaman SharePoint anda.
Layaknya sebagai search engine, apapun yang anda cari akan menghasilkan sama seperti halnya membuka situs google.com.
Contohnya saya ketik perusahaan yang membuat demonstrasi video tutorial ini Bamboomedia Cipta Persada, dan tampillah beberapa link yang menuju ke situs resmi Bamboomedia.
Begitu juga jika saya cari SharePoint Official Website, dan kebanyakan situs resmi dari Microsoft yang hadir didepan layar.
Tiap kali saya klik link di hasil search google, situs itu pun muncul di dalam SharePoint, dan ini agaknya sedikit mengganggu jika saya nantinya ingin kembali pada Bamboomedia Intranet.
Ada baiknya agar link yang di klik akan membuka browser baru, sehingga kesannya tidak terlalu mengganggu, caranya:
1. Navigasi ke Cakupan library
2. Untuk gsearch, klik menu Edit dan pilih Edit in Microsoft Office SharePoint Designer
3. Dibagian kode paling atas, rubah target self menjadi target Google Window seperti ini
4. Klik Save dan preview hasilnya
Sekarang, tiap kali saya ingin melakukan suatu pencarian di Google, maka browser baru terbuka secara otomatis menampilkan hasil pencarian itu.
Browsernya juga bisa ditentukan seberapa besar-kecil penampilannya.
Bagi anda yang mahir dengan HTML, silahkan untuk mencobanya.

 
Melakukan Transformasi XSL

Gunakan XML Web Part untuk menampilkan data XML ke dalam bentuk tabel pada halaman SharePoint.
Anda bisa melakukannya dengan sumber data XML manapun, jadi bagi anda yang mahir XML, XML Web Part ini alat yang sangat berguna.
Anda bisa gunakan alat stsadm.exe untuk menghasilkan administration page untuk SharePoint site collection.
Untuk membuat halaman Intranet Administration, caranya:
1. Buka Command Prompt
2. Ketik command nya seperti yang tertampil disini. Lalu tekan Enter. Ada error yang menyatakan stsadm tidak dikenali. Ini sebabnya adalah letak alat stsadm tidak pada lokasi Documents and Settings Administrator. Pertama anda harus mencari lokasi alat tersebut, dan kemudian barulah bisa mengeksekusikan command nya. Ketik cd\ untuk kembali ke root folder.
3. Ini adalah lokasi alat stsadm.exe yaitu berada di dalam folder Common Files Microsoft Shared web server extensions 12 Bin. Copy paste lokasi ini ke Command Prompt.
4. Ketik cd  dan paste lokasinya lalu tekan Enter. Sekarang anda sudah berada pada lokasi yang benar.
5. Ketik lagi command nya, atau untuk mempermudah, tekan tombol Page Down pada keyboard untuk menampilkan kembali seluruh command nya.
6. Tekan Enter untuk mengeksekusinya
7. Setelah berhasil, ketik exit untuk keluar
8. File intranet.xml ini kemudian di cut dan di paste di folder My Documents
9. Buka Notepad baru, ketik kode nya seperti yang tertampil, lalu Save. Agar lebih mudah, copy paste kode nya yang sudah terdapat di dalam DVD ini.
10. Berikan nama intranet.xsl. Sekarang anda punya 2 file intranet yang satu xml yang satunya lagi xsl
11. Kembali ke Cakupan library, klik Upload dan klik Browse. Biar lebih cepat, saya ingin mengupload 2 file ini sekaligus, maka saya klik UPload Multiple Files dan saya pilih kedua file intranet itu.
Sekarang 2 file intranet sudah ada, kini tinggal membuat halaman baru yang akan menampilkan Intranet Administration nya, caranya:
1. Klik Site Actions lalu pilih Create
2. Klik Web Part Page
3. Berikan nama xml, biarkan yang lainnya default dan klik Create
4. Klik Add a Web Part dibagian zona Header
5. Pilih XML Web Part dan klik Add
6. Klik menu Edit dan pilih Modify Shared Web Part
7. Pada XML Link, ketik alamat lokasi file intranet.xml
8. Pada XSL Link, ketik alamat lokasi file intranet.xsl
9. Pada Appearance, berikan title nya Intranet Administration
10. Untuk Chrome Type, pilih Title Only
11. Klik OK
Dan tampillah isi pada Intranet Administration untuk alamat URL nya.
Klik Exit Edit Mode untuk menutupinya.
Disini anda bisa mengenal URL mana yang telah diberikan akses kepada siapa, dan apa saja yang terdapat di dalamnya dengan mengklik pilihannya pada Users, Usage, dan Theme.
Ada baiknya untuk menambahkan stsadm command di task scheduled di server agar data di-update secara otomatis.

 

a-Modifikasi List View Web Parts

Filed under: F-Pages-17---13 — bungarkka @ 6:58 am
Tags:

Modifikasi List View web Parts

List View adalah web part yang unik yang terbentuk secara otomatis untuk tiap list atau library di dalam site (situs).
Anda sudah mempelajari sebelumnya bagaimana cara menambahkan list sebagai web part, oleh karena itu saya tidak akan mengulanginya disini.
Namun kali ini saya perlihatkan cara menggunakan teknik yang lebih maju, seperti cara mengkoneksi satu list view ke list view lainnya untuk menampilkan summary / detail view,
cara konversi list view ke data view, cara memindahkan web part dari satu halaman ke halaman lain, cara ekspor impor dan publikasi web part yang telah dimodifikasi untuk digunakan pada halaman dan situs lainnya.

 

 
Koneksi Summary Detail View

Pada demonstrasi kali ini, akan saya tambahkan detail view karyawan pada web partnya Daftar Telepon.
Ketika pengguna memilih nama karyawan di Daftar Telepon, maka tampil penjelasan karyawan tersebut secara perinci.
Untuk itu, anda perlu melakukan beberapa langkah yaitu:
1. Menambah detail view pada Daftar Telepon di situs utama
2. Konek detail view ke web partnya Dafter Telepon (summary view)
3. Lihat hasilnya untuk memastikan koneksi summary/detail web part bekerja dengan baik

Pertama, untuk menambahkan detail view lakukan sebagai berikut:
1. Navigasi ke halaman dimana terdapat Daftar Telepon
2. Klik Site Actions dan pilih Edit Page
3. Klik Add a Web Part, dan tambahkan web part Daftar Telepon lainnya pada zona bagian kanan
4. Pada web part toolbar, klik Edit dan pilih Modify Shared Web Part. SharePoint menampilkan web part properties task pane nya
5. Rubah properties nya web part seperti demikian
6. klik Apply
7. Klik pada link Edit the current view, dan lakukan perubahan seperti ini. Klik OK jika telah selesai.

Tahap kedua, konek Daftar Telepon ke Summary web part, caranya:
1. Klik Site Actions dan pilih Edit page
2. Klik menu Edit dibagian Details web part toolbar dan pilih Connections, Get Sort/Filter Form, dan klik Daftar Telepon. SharePoint menampilkan Configure Connection dialog box.
3. Klike Next, pilih Column Last Name, dan klik Finish. SharePoint menkonek kolum Last Name pada kedua web part tersebut
4. Klik Exit Edit Mode

 

 
Konversi dari List View ke Data View

Sejauh ini semuanya bekerja dengan baik, tetapi web part nya Details terlihat terlalu lebar.
Anda bisa merubah property web part nya Width, namun tidak akan berhasil.
Satu satunya cara adalah mengkonversi Details web part ke Data View, lalu modifikasi penampilannya dari situ.
Dan kemudian, konek kembali kedua web part itu dan tes sekali lagi keberhasilannya

Cara konversi dari Details web part ke Data View:
1. Buka halaman SharePoint Designer
2. Tekan tombol kanan pada web part nya di Design pane dan pilih Convert to XLST Data View. SharePoint Designer menampilkan peringatan bahwa koneksi ke web part lainnya akan hilang.
3. Klik OK untuk melanjutkan
4. Pilih kolum heading row nya dan tekan Ctrl X untuk memotong nya
5. Simpan halaman tersebut lalu preview di browser. Sekarang penampilannya lebih rapi tanpa adanya kolum heading

Penampilan web part Details kelihatan lebih menarik, tetapi perlu melakukan koneksi kembali pada nya, caranya:
1. Perlihatkan halaman nya di browser dan klik Site Actions lalu pilih Edit Page
2. Klik menu Edit pada web part Details dan pilih Connections, pilih Get Sort/Filter From dan klik Daftar Telepon. Kini SharePoint menampilkan Configure Connection dialog box.
3. Pilih nama kolum yang sesuai untuk konek kemabli pada First Name, Last Name, dan Business Phone. Klik Finish jika sudah selesai. Kini web parts nya telah terkoneksi kemabli
4. Klik Exit Edit Mode. Setelah anda selesai, kedua web part tersebut seharusnya tampil seperti ini.

 

 
Konversi dari List View ke Drop Down List

Demonstrasi ini akan memperlihatkan cara mengkonversi Daftar Telepon menjadi suatu web part yang bisa di ekspor.
Untuk melakukan itu, pertama harus pindahkan Daftar Telepon ke tes page menggunakan SharePoint Designer, kedua modifikasi web part nya dengan browser, ketiga buka kembali tes page nya di SharePoint Designer, dan terakhir konversi web part ke Data View.

Untuk memindahkan Daftar Telepon ke tes page, caranya:
1. Buat Page Library yang baru
2. Tambahkan tes page pada Page Library yang diberikan nama page1.aspx
3. Buka home page di SharePoint Designer dan kopi Daftar Telepon web part nya
4. Buka tes page di SharePoint Designer dan copy-paste Daftar Telepon ke dalam zona web part nya
5. Simpan page nya lalu lihat hasilnya di browser

Berikutnya, saya rubah penampilan nomer teleponnya agar menjadi drop-down list.
Untuk melakukan hal itu, perlu melakukan dua hal yaitu: tambahkan kolum kalkulasi pada list yang akan mengkombinasi nama dengan nomer teleponnya, dan memodifikasi penampilannya agar hanya memperlihatkan kolum tersebut saja.

Untuk menambahkan kolum kalkulasi yang menggabungkan nama dan nomer telponnya, caranya:
1. Klik link Daftar Telepon web part nya
2. Klik Setting dan pilih Create Column
3. Buatlah kolum dengan pilihan setting seperti demikian. Klik OK kalo sudah selesai.

Untuk memodifikasi view atau penampilannya, caranya:
1. Buka tes page nya
2. Klik menu Edit dan pilih Modify Shared Web Part
3. Klik Edit the current view
4. Hapus semua centangan kolum, dan pilih kolum baru Web Part. Hapus setting nya Group By, dan klik OK.
5. Klik menu Edit dan pilih Modified Shared Web Part sekali lagi
6. Pilih No Toolbar pada Toolbar Type dan klik OK

Setelah selesai, kolum First Name Last Name dan Business Phone telah tergabung menjadi satu kolum yang bernama Web Part.
Kini saatnya mengkonversi web part nya menjadi Data View untuk memperlihatkan informasi dalam bentuk drop-down list, caranya:
1. Buka tes page di SharePoint Designer
2. Tekan mouse kanan dan pilih Convert to XSLT Data View
3. Klik Data View dan pilih Data View Properties dan klik Layout Tab
4. Pilih style drop-down dan klik OK
5. Simpan page dan lihat hasilnya pada browser

 

 
Exporting Web Parts

Sebenarnya tidak bisa mengekspor List View web part, hanya bisa mengkopi List View dari satu page ke page lain dengan menggunakan SharePoint Designer.
Untuk bisa mengekspor List View yang telah dimodifikasi, pertama harus mengkonversi List View web part nya ke Data View.
Untuk mengekspor web part:
1. Buat folder WebParts di komputer desktop
2. Klik pada menu Edit nya web part dan pilih Export
3. Klik Save dan simpan file nya di folder WebParts. Pastikan nama file nya diberikan nomer urutan karena SharePoint akan selalu menyimpan dalam bentuk extensi .dwp atau .webpart

Web Part yang telah di ekspor adalah XML description dari properti setting nya web part itu.
Dan untuk jenis web part Data View, properti setting nya berisikan general web part properties, source list ID, dan XSL transformation yang berfungsi membuat format web part itu sendiri.
Bagi yang mahir dengan XML, anda bisa edit XML descripsi nya secara langsung, atau membuat perubahan langsung pada web part nya dari web part properties pane.

Untuk mengedit XSL untuk Data View web part:
1. Klik menu Edit dan pilih Modify Shared Web Part
2. Klik tombol XSL editor. SharePoint membuka web part nya XSL dalam bentuk teks entry page.
3. Tek nya belum diformat, oleh karena itu kopi konten dalam tek box nya dan paste ke dalam XML Editor untuk melakukan perubahannya
4. Paste perubahan yang telah anda lakukan pada teks box, lalu klik Save
5. Klik Apply untuk konfirmasi
6. Setelah perubahannya sudah selesai, ekspor kemabli web part nya dan jangan lupa untuk menamakannya dengan nomer urutan.

 

 
Importing and Deploying Web Parts

Selain mengekspor, anda juga bisa mengimport web part ke page atau menaruhnya pada site gallery untuk umum.
Cara mengimport web part ke page:
1. Buka halaman yang ingin disertakan web part nya
2. Klik Site Actions dan pilih Edit Page
3. Klike Add a Web Part di zona yang diinginkan
4. Klik Browse dan pilih Import
5. Klik Browse dan pilih file web part nya dari folder WebParts, lalu klik Open
6. Klik Upload
7. Ambil dan taruh web part nya ke dalam zone web part
8. Klik Exit Edit Mode setelah selesai

Untuk menaruh web part pada site collection web part gallery, caranya:
1. Navigasi ke situs utama (home)
2. Klik Site Actions, Site Settings, dan pilih Modify All Site Settings
3. Klik Web Parts dibagian galleries
4. Klik Upload untuk mengupload web part dari folder WebParts
5. Klik Browse dan ambil file web part nya, lalu klik OK
Web part anda akan tampil di site gallery dibagian Add Web Parts pada saat anda mengklik link Add a Web Part.