Bung Arkka’s Weblog

Just another weblog @ Werk!

c-Bekerja dengan SharePoint September 4, 2008

Membuat Daftar Telpon Perusahaan

Drop-down Daftar Telpon dengan Perincian

Drop-down Daftar Telpon dengan Perincian

Kebanyakan perusahaan sekarang ini masih mendistribusikan nomer telepon karyawan dalam bentuk print dokumen.
Metode ini sudah ketinggalan jaman, dan merepotkan bila mana perlu melakukan perubahan daftar.
Dengan SharePoint, anda tidak perlu lagi menyusahkan diri dengan kerjaan semacam ini.
Dalam pembuatan Daftar Telepon, diperlukan tahap sebagai berikut:
– membuat daftar berdasarkan Contacts template
– merubah daftar untuk mengisi kolum Departemen
– membuat view baru untuk mempermudah data entry
– menaruh daftar tersebut ke halaman utama dibagian web part

SharePoint sudah memiliki beberapa set daftar template dan Contacts template yang sesuai untuk kebutuhan perusahaan secara umum.
Dengan menggunakan daftar yang sudah disediakan oleh SharePoint, hal ini tentunya sangat menghemat waktu dan tugas anda.

Untuk membuat daftar telepon, lakukan sebagai berikut:
1. Navigasi ke halaman paling utama di SharePoint
2. Klik View All Site Content dan pilih Create
3. Klik Contacts dibagian Communications. SharePoint memperlihatkan halaman baru.
4. Berikan nama “Daftar Telepon” lalu klik Create. SharePoint membuat daftar telepon baru berdasarkan Contacts list template.

Contact template yang barusan dibuat tidak memiliki kolum Departemen, oleh karena itu lakukan sebagai berikut:
1. Klik Settings dan pilih Create Column
2. Tulis Departemen di Column Name
3. Pilih Choice
4. Tulis nama departemen administrasi, operasional, marketing, dan riset & development. Klik OK untuk membuat kolum nya.
5. Klik OK sekali lagi untuk menambahkan kolum Departemen ke dalam list.
Contacts template memiliki bermacam kolum yang sebetulnya tidak diperlukan, namun untuk sementara kita biarkan saja apa adanya.
Untuk mempermudah data entry, saya tambahkan datasheet view. Datasheet view hanya hadir jika anda memiliki edisi Microsoft Office Professional.
Untuk membuat datasheet view lakukan sebagai berikut:
1. Klik Settings dan pilih Create View
2. Klik Dataasheet View dibagian Choose a view format
3. Berikan nama “Edit Data”
4. Biarkan centang box pada Last Name, First Name, Business Phone, Departement, dan Mobile Phone. Hilangkan centang pada box lainnya karena tidak diperlukan.
5. Ubah posisi kolum untuk Departement dari nomer 8 ke 1
6. Jika sudah selesai, klik OK. SharePoint memperlihatkan datasheet view yang baru seperti yang anda lihat ini.
7. Isi daftar telepon nya seperti demikian. Jika perusahaan anda sudah punya daftar telepon dalam bentuk Excel workbook, anda bisa copy paste datanya langsung disini.
Umumnya, daftar telepon berada di halaman utama homepage.
Untuk itu, buatlah web part untuk daftar telepon nya di halaman utama hompage itu, lalu modifikasi web part nya agar memperlihatkan daftar telepon berdasarkan departemen.
Untuk membuat phone list web part, lakukan sebagai berikut:
1. Navigasi ke halaman utama hompage dan klik Site Actions lalu pilih Edit Page
2. Klik Add a Web Part untuk bagian Right web part zone
3. Pilih Daftar Telepon web part dibagian Lists and Libraries, lalu klik Add
4. Klik Edit dan pilih Modify Shared Web Part
5. Klik Edit the current view dibawahnya Selected View
6. Hilangkan centang pada Email Address, pergi ke bawah dan buka Group By, lalu pilih Departemen untuk bagian First group by the column
7. Klik OK. SharePoint memperlihatkan daftar telepon di halaman utama hompage berdasarkan Departemen nya.

Mengedit Penampilan Homepage

Agar lebih pas dengan penampilan Hompage ini, nama Homepage Knowledge Base perlu dirubah menjadi nama perusahaan Bamboomedia Intranet.
Lakukan sebagai berikut:
1. Klik Site Actions dan pilih Site Settings
2. Klik Title, description and icon dibagian Look and Feel
3. Rubah title nya menjadi Bamboomedia Intranet serta deskripsinya
4. Untuk URL nya, rubah menjadi bamboomediaintranet
5. Jika sudah selesai, Klik OK
SharePoint memperlihatkan nama baru untuk homepage nya.

Menggantikan Network Drives dengan Libraries

Kebanyakan perusahaan menyimpan shared-file nya di dalam network drive.
Terdapat kelemahan dalam melakukan metode ini yaitu tidak tahu menahu apa isi struktur file dan folder di dalamnya.
Dengan menggantikan network drives dan struktur folder nya dengan SharePoint libraries, anda mendapat berbagai macam keunggulan seperti:
– SharePoint menampilkan files ke web page interface sehinga lebih mudah dalam bernavigasi
– SharePoint mampu mencari konten dokumen yang terdapat didalamnya
– Libraries memiliki kemampuan dalam pengendalian versi pada files
– Anda bisa filter, susun, dan atur penampilan library seperti mengatur files sesuai kirteria last modified, last viewed, last access
– Karyawan bisa mengakses file secara aman dan nyaman di rumah ataupun di perjalanan, tanpa menggunakan Virtual Private Network

Oleh karena proses ini bersifat migrasi dari network drives ke SharePoint libraries, maka perlu disimpulkan tahap prosesnya sebagai berikut:
– membuat departement site
– membuat libraries untuk departement site
– upload file ke libraries

Untuk membuat departement site, lakukan sebagai berikut:
1. Klik Site Actions dan pilih Create
2. Klik Sites and Workspaces dibagian Web Pages
3. Pada title, tulis Legal Department
4. Pada URL, tulis Legal
5. Pada Template, pilih Team Site
6. Pada Categories Region, pilih Local
7. Terakhir klik Create. SharePoint memperlihatkan site baru Legal Department.

Untuk membuat librarinya Legal Department, lakukan sebagai berikut:
1. Klik Site Actions dan pilih Create
2. Klik Document Library dibagian Libraries
3. Berikan nama “Kontrak Templates” dan pilih Yes dibagian Create a version
4. Terakhir klik Create. SharePoint membuat library baru dengan pengendalian versi (version control)
Untuk upload dokumen ke library lakukan sebagai berikut:
1. Klik Actions dan pilih Open with Windows Explorer. SharePoint membuka librariny di Windows Explorer
2. Buka network drives folder dan pindahkan file dokumen nya ke SharePoint libraries
3. Kembali ke halaman Legal Department dan tekan F5 untuk Refresh. SharePoint menampilkan file dokumen yang barusan dipindahkan ke libraries.
Menggunakan Fitur Document Version Control

Sebelumnya anda telah pelajari cara migrasi network drives ke SharePoint, sekarang saatnya anda belajar cara mengatur dokumen yang telah direvisi melalui shared workspaces.
Shared workspaces adalah site khusus yang digunakan para anggota team dalam merevisi dokumen dan mempublikasi hasil revisi tersebut.
SharePoint juga mampu track-record sejarah dan perubahan yang terjadi pada dokumen melalui proses check-out dan check-in.
Misalkan, pihak HRD perlu merevisi Perpanjangan Kontrak Kerja yang telah di upload ke Kontrak Template library pada demonstrasi sebelumnya.
Maka pihak HRD melakukan hal sebagai berikut:
– melihat isi dokumen (check-out)
– membuat workspace untuk revisi
– merevisi dokumennya dan mengumpulkan pendapat (menunggu ACC) dari pihak lainnya
– publikasi kembali hasil revisi dokumen yang telah di ACC ke dalam library
– check-in hasil revisi dokumen

Melakukan check-out pada dokumen yang hendak direvisi otomatis memblokir pihak lainnya untuk membuka dokumen tersebut, dan menandakan kepada mereka bahwa dokumennya sedang di revisi.
Untuk melakukan check-out:
1. Navigasi ke Kontrak Template library jika belom
2. pilih Perpanjangan Kontrak Kerja dan klik Check Out
3. Klik OK untuk konfirmasi. SharePoint menambahkan ikon kecil pada dokumennya yang mengindikasikan bahwa dokumen tersebut sedang di check-out

Anda melakukan revisi lewat shared workspace daripada lewat email, sehingga komen bisa dilihat oleh seluruh pihak yang berwenang memberikan revisi.
Untuk membuat shared workspace:
1. Klik Send To dan pilih Create Document Workspace. SharePoint memperlihatkan halaman Create Document Workspace
2. Klik OK untuk membuat workspace nya. SharePoint membuat workspace dan meng-copy dokumen Perpanjangan Kontrak Kerja ke dalam Shared Workspace library
3. Klik Add new user dibagian Member
4. Tulis nama pihak yang ingin merevisi dokumen tersebut, atau isikan email addressnya. Sebagai contoh, saya klik Add All Authenticated Users.
5. Pilih Contribute pada bagian permission.
6. Klik OK. SharePoint menambahkan user pada daftar member untuk workspace nya

Bagi mereka yang tidak menjadi anggota / member dari shared workspace ini tidak bisa melihat isi konten tersebut.
Bagi yang merevisi dokumen ini perlu memberitahukan kepada pihak lainnya agar di review dan di ACC.
Untuk melakukan perubahan pada dokumen dan mengirimnya untuk di review:
1. Klik Legal Departement dan klik Kontrak Template
2. Klik Perpanjangan Kontrak Kerja dan pilih Edit in Microsoft Office
3. Lakukan perubahan seperti biasanya, sebagai contoh, saya rubah Kontrak ID dari No menjadi Yes
4. Tutup dokumennya dan pilih Yes untuk disimpan
5. Peringatan menanyakan apakah anda ingin check-in. Pilih No.
6. Klik dokumennya, pilih send to, dan pilih Email a Link
7. Isi email address yang ditujukan, serta subject message nya
8. Jika sudah selesai, klik Send

Setelah mendapat persetujuan dan revisi dari pihak lainnya, saatnya untuk dipublikasikan kembali dokumen tersebut ke dalam library, sehingga pihak lainnya bisa mulai menggunakan dokumen itu.
Untuk mempublikasikan dokumen yang telah di ACC:
1. Pilih dokumen Perpanjangan Kontrak Kerja
2. Klik Edit in Microsoft Office
3. Lihat perubahan jika ada lalu Save
4. Untuk check in pilih NO
5. Pilih kembali dokumen Perpanjangan Kontrak Kerja
6. Klik Check In. SharePoint memperlihatkan halaman Check In
7. Masukan komentar anda disini, dan Klik OK agar revisi yang dibuat bisa dilihat oleh pihak lainnya.

Advertisements
 

b-Membuat Sites

Filed under: A-Getting Started Using Sharepoint-13 — bungarkka @ 5:12 am
Tags:

Membuat Site

Sebuah Site adalah sebuah grup list dan libraries. 
Pada umumnya, sebuah Site diorganisir menjadi beberapa departemen.
Contohnya, departemen HRD mengurusi persoalan tenaga kerja dari pembuatan kontrak, dokumentasi, dan hal lainnya yang berurusan dengan kepegawaian internal.
Sedangkan departemen Management menganalisa keperluan tenaga kerja, performa karyawan, penentuan gajih, dsb.

Gunakan Site untuk mengontrol akses. Tujuan utama membuat 2 Site yang berbeda seperti contoh departemen HRD dan Management tadi adalah pengendalian akses: pihak management berwenang untuk menentukan kebutuhan tenaga kerja, sedangkan HRD menseleksi tenaga kerja baru.

Untuk membuat Site baru:
1. Klik Site Actions dan pilih Create
2. Klik Sites and Workspaces dibagian Web Pages. SharePoint memperlihatkan halaman New SharePoint Site
3. Isi kolumnya dan pilih template untuk Site tersebut.  Templates mengatur list dan libraries macam apa yang akan disediakan ke dalam site baru ini.
4. Kalo sudah selesai, klik Create. SharePoint membuat site baru dan memperplihatkannya.

Pengelolaan Akses pada Site

Site bisa mengadopsi ketentuan setting permission dari Site Utama (parent Site), atau bisa memiliki permission yang unik.
Cara praktek yang lebih nyaman adalah membuat site baru dengan mengadopsi ketentuan setting permission dari Site Utama, dan kemudian merubah settingnya setelah site baru terbentuk.
Cara demikian akan meng-copy seluruh users dari Site Utama ke Site baru, dan anda tinggal delete users yang tidak perlu diberikan akses ke dalam site baru ini.
Cara ini lebih gampang dibandingkan harus membuat semua users akses dari awal.

Untuk merubah permission dari ketentuan setting milik Site Utama menjadi unik, lakukan sebagai berikut:
1. Klik Site Actions dan pilih Site Settings
2. Klik Advanced permission dibagian User and Permissions. SharePoint memperlihatkan halaman Permission nya.
3. Klik Actions dan pilih Edit Permissions. SharePoint memberikan peringatan. Klik OK untuk konfirmasi.

Setelah site memiliki permission yang unik, users dan groups yang memiliki akses ke site tersebut akan terlihat dengan checkbox disampingnya.

 

Menghapus User dan Mengedit Akses

Untuk menghapus users, lakukan sebagai berikut:
1. Klik kotak checkbox disamping user atau group yang ingin dihapus.
2. Klik Actions dan pilih Remove User Permission. SharePoint menghapus user tersebut.

Setelah anda menghapus si user, ia tidak bisa lagi melihat isi site nya.
Jika anda hanya ingin membatasi akses pada user, tanpa menghapus si user tersebut:
Klik Actions dan pilih Edit User Permissions dan pilih jenis akses nya.

Pengelompokan User

Groups mengendalikan akses berdasarkan peran user.
Jika anda menambahkan user ke dalam group, maka si user itu akan memiliki permission atau akses yang sesuai dengan perannya.
Contohnya, semua karyawan di departemen memiliki akses untuk meng-upload dokumen dan menambah list di dalam departemen nya itu sendiri, namun tidak punya akses untuk membuat halaman design baru atau membuat list dan libraries yang baru.
Daripada membuat akses baru untuk setiap user, lebih mudah merubah akses group nya, yang kemudian tinggal memindahkan usernya masing masing ke dalam group tersebut ataupun menghapusnya dari group.

Jika perusahaan anda memiliki Active Directory, maka lebih baik menggunakan security group di SharePoint, daripada menambahkan tiap user secara manual.
Sehingga, jika ada karyawan yang baru direkrut atau diberhentikan, perubahan tersebut otomatis berdampak pada SharePoint, karena ia mengikuti perubahan yang terjadi pada Active Directory.

Untuk menambah security group milik Active Directory ke group SharePoint, lakukan sebagai berikut:
1. Klik Site Actions dan pilih Site Settings
2. Klik People and groups dibagian Users and Permission.
3. Klik New dan pilih Add Users dari halaman People and Groups. SharePoint memperlihatkan halaman Add Users.
4. Ketik nama security group nya Active Directory pada box Users/Groups, dan pilih group SharePoint yang memiliki peran yang sesuai dengan users yang akan ditambahkan ke dalam site.
5. Jika sudah selesai, klik OK.

 

a-Eksplorasi SharePoint Server 2007

Daftar Isi Sharepoint Server 2007 (content coverage)

Setup Sharepoint
– Cara membuat Site Hierarchy

Eksplorasi Sharepoint
– Mengenali Sites dan Site Content
– Navigasi di SharePoint
– Memberikan akses di SharePoint
– Mengatur Data dengan SharePoint
– Mengatur Proses Bisnis dengan SharePoint

Peningkatan Kolaborasi dan Produktifitas
– Menggunakan SharePoint untuk kolaborasi
– Berkomunikasi dengan SharePoint
– Menggunakan Portal Sites
– Konfigurasi Profiles dan My Sites
– Personifikasi Sites
– Menggunakan Search Enterprise

Aplikasi Enterprise untuk SharePoint
– Eksplorasi Document and Records Management
– Publikasi Web Content
Konversi Word 2007 Document ke Publishing page (p.346)
Menambahkan konten reusable ke site collection (p.352)
Menggunakan fitur Check for Unpublished Items (p.356)
– Memberikan akses ke Business Intelligence
.Mendisplay Excel workbooks di Web Parts
.Membuat laporan di Reports Center
.Menyimpan data connections di libraries (p.372)
.Koneksi ke back-end systems dengan Business Data Catalog

Pengaturan Sharepoint
– Mengatur dan Monitoring SharePoint
– Mem-back up Server

================================================

Daftar Isi Microsoft Office SharePoint Server 2007 (in detail)

Getting Started
– Apa gunanya MOSS2007? (Intro animasi)
– Software apa saja yang diperlukan? (animasi)
– Eksplorasi SharePoint Server 2007
– Membuat Sites
– Bekerja dengan SharePoint

Word, Excel, dan Outlook
– Setting Client Security
– Edit, Save, dan Share Dokumen
– Edit List di Excel
– Melihat SharePoint Calendars dari Outlook
– Membuat Meetings dari Outlook
– Berbagi Contacts dengan Outlook

Sites
– Tentukan Lokasi dan Template
– Modifikasi Site Navigasi
– Rangkuman Konten dengan Web Parts
– Penambahan Pages
– Setting Security
– Mengubah Penampilan
– Membuat Themes
– Menerapkan Stylesheets
– Membuat dan menggunakan Site Templates

Lists
– Menggunakan Builtin List Templates
– Menambah Columns
– Menambah Site Columns
– Membuat Views
– Merubah nama List dan Setting lainnya
– Mengendalikan Akses ke Lists
– Meng-edit List Pages
– Menyimpan List sebagai Template
– Publikasi List Templates

Libraries
– Menggunakan Built-in Library Templates
– Merubah setting Library
– Menambah Tipe Konten
– Mengorganisir Libraries
– Menyimpan Library sebagai Template
– Membuat Aplikasi Library

Pages
– Menggunakan Built-in Web Parts
– Modifikasi List View Web Parts
– Membuat Client-Side Web Parts
– Memfilter List dan Libraries di MOSS
– Koneksi ke Data dengan WSRP di MOSS
– Modifikasi Master Pages

My Sites, Blogs, dan Wikis
– Membuat My Sites di MOSS
– Membuat Blogs
– Membuat Wikis

Email dan Workflow
– Menerima Alerts
– Mengirim Tugas lewat Email
– Merubah From Address
– Pesan Alerts berdasarkan Waktu
– Mengirim email dari Libraries
– Mengirim email ke Libraries
– Membuat Workflows
– Membuat Workflows di MOSS

RSS, Rollups, dan Site Maps
– RSS Info sekilas
– Menggunakan Rollups
– Rollups tanpa MOSS
– Menyediakan Site Maps

Pengumpulan Data dengan InfoPath
– Menggunakan Form Libraries
– Modifikasi Forms
– Membuat Form untuk Read-Only
– Membuat Control dari List
– Validasi Data
– Memblokir perubahan pada Form Templates
– Menggunakan InfoPath Forms Services
– Setting Trust

Intro Eksplorasi MOSS WSS

Pertama kali anda menginstal SharePoint Server 2007, ia otomatis membuat website baru yang kosong dengan default homepage seperti ini.
Ini adalah halaman utama MOSS.
Ini adalah Quick Launch menu yang berisi link ke list, libraries, subsites dan recycle bin.
Top link bar ini memiliki tabs yang link ke subsites.
Subsite bisa digunakan untuk pengontrolan akses dan pengelolaan konten.
Advanced Search ini mampu mencari informasi diseluruh website dan konten.
Ini adalah Web Parts yang fungsinya menampilkan list, libraries, dan konten lainnya pada halaman.
Penampilan MOSS dan WSS mirip sekali seperti yang anda lihat situs Bamboomedia Intranet ini.
Sama seperti MOSS, WSS juga punya List di dalam Quick Launch menu nya.
List adalah sebuah tabel data.
Dan yang satu ini adalah libraries.
Libraries mengkelompokkan dokumen yang terdapat didalam setiap situs.
Recycle Bin ini mampu merestorasi konten yang telah dihapus sebelumnya, fungsinya sama seperti Windows Recycle Bin.
Yang memenuhi halaman ini adalah Web Parts yang menampilkan list, libraries, dan konten lainnya.

Membuat Situs Percobaan

Mari kita buat situs percobaan terlebih dahulu dan biarkan situs default nya.
1.Klik Site Actions dan pilih Create
2.Klik Sites and Workspaces dibagian Web Pages
3.Ketik nama title situs nya, deskripsinya, serta address URL nya
4.Pilih template Team Site
5.Berikan centang pada pilihan tambahan seperti di Site Categories
6.Klik Create. SharePoint membuat situs baru dan menampilkannya

Anda bisa menggunakan situs percobaan ini untuk melengkapi demonstrasi tutorial berikutnya.
Sehingga, jika anda melakukan kesalahan selama menjalankan demonstrasi tutorial nya, anda bisa meng-edit atau menghapus situs percobaan ini dengan aman.

Seluruh demonstrasi tutorial berikutnya menggunakan situs percobaan ini berdasarkan template Team Site.
Karena setiap site template membuat list dan libraries yang berbeda, pastikan anda tidak memilih selain template Team Site.

 

Mengedit Halaman

Semua halaman SharePoint terbuat dari web parts.
Sebagian bisa di edit langsung dari halamannya dan sebagian lagi di edit dari site setting nya, seperti menu link bar dan Quick Launch.
Untuk mengedit halaman SharePoint:
1.Klik Site Actions dan pilih Edit Page. SharePoint menampilkan halaman Edit mode
2.Terdapat 2 bagian web part (zona) yaitu bagian kanan dan kiri.
3.Klik Edit pada web part yang ingin dirubah, lalu pilih Modify Shared Web Part.
4.Dibagian ini, anda hanya bisa merubah penampilannya saja. Pilihlah Selected View dan Toolbar Type yang anda suka. Bagian Appearane, Layout, dan Advance memberikan opsi tambahan pada penampilan web part ini.
5.Jika sudah selesai mengeditnya, klik Exit Edit Mode

 

Merubah Link Bar dan Quick Launch

Menu link bar dan Quick Launch adalah web part yang bersifat statik.
Mereka tidak bisa dirubah lewat page editor, melainkan lewat site setting.
Cara merubah link bar dan Quick Launch:
1. Klik Site Actions dan pilih Site Settings
2. Klik Navigation dibagian Look and Feel
3. Pergi ke bagian Global Navigation dan klik pada pilihan kedua
4. Dibagian Navigation Editing and Sorting, pilih Global Navigation dan klik Add Link untuk menambah tab baru untuk top link bar nya.
5. Berikan title dan URL situs nya, serta deskripsi situs itu. Setelah selesai klik OK
6. Pilih Current Navigation dan klik Add Link untuk menambah item baru di Quick Launch
7. Berikan title dan URL situs nya, serta deskripsi situs itu. Setelah selesai klik OK

MOSS menyebut top link bar sebagai Global Navigation, dan Quick Launch sebagai Current Navigation.
Lewat Site Navigation Setting, anda juga bisa rubah susunan linknya, baik yang ada di top link bar maupun di Quick Launch.

Seperti anda lihat diatas sini, jika saya klik link ini maka situs Bamboomedia akan muncul.
Klik Add untuk menambahkan situs ini ke dalam daftar Trusted Sites.
Dan inilah situs resmi PT. Bamboomedia yang sedang loading…
Mari lihat item baru di Quick Launch.
Ini dia item baru di Quick Launch, Microsoft Website, saya klik untuk membuka situs nya.
Klik Add agar situs ini masuk ke daftar Trusted Site.
Dan ini dia situs resmi Microsoft.
Jika anda perhatikan, pada saat meng klik tab Bamboomedia Homepage, ia membuka browser baru.
Bila anda ingin agar link tersebut membuka di halaman browser yang sama, anda bisa merubahnya dari Site Navigation Setting sebelumnya.
Dan inilah situs resmi PT Bamboomedia yang lengkap.

Menambah Konten

SharePoint menyimpan konten yang bisa dishare, baik dari list maupun libraries.
Untuk menambah link baru pada Link list:
1. Kembali ke situs percobaan
2. Klik Add new link dibagian Link web part
3. Isi URL dan deskripsi situs yang ingin ditambah pada Link web part
4. Klik OK

Untuk menambah dokumen baru pada library:
1. Di halaman situs percobaan, klik Shared Documents. SharePoint menampilkan halaman Shared Documents
2. Klik menu Upload
3. Klik browse dan pilih dokumen yang ingin di upload
4. Klik OK untuk upload dokumen nya. SharePoint mengkopi file dari PC anda ke SharePoint, dan menampilkan file baru itu didalam Shared Documents web part.

Sejauh ini ada sudah tau cara menambah file pada list dan libraries.
Anda juga bisa tentukan info apa yang perlu ditampilkan pada halaman utama, misalnya, anda ingin ganti Announcement dengan Task web part.
Untuk merubah penampilan halaman utama:
1. Klik Site Actions dan pilih Edit Page
2. Dibagian Announcements web part, klik Edit dan pilih Delete, lalu klik OK
3. Klik Add a Web Part
4. Pilih Task dan klik Add
5. Tarik Task web part dan taruh pada posisi yang anda inginkan
6. Jika sudah selesai, klik Exit Edit Mode. SharePoint menampilkan hasil perubahan halaman utama nya.

Upload Berbagaimacam File

SharePoint libraries mirip sekali dengan cara penggunaan file folder di Windows.
Bagusnya, anda bisa melihat libraries langsung dari Windows Explorer, caranya:
1. Dari halaman situs percobaan, klik Shared Documents web part
2. Klik Action dan pilih Open with Windows Explorer
3. Tekan mouse kanan, pilih New, dan klik Folder
4. Berikan nama pada folder itu

Dengan menggunakan Windows Explorer, anda bisa membuat folder baru, kopi dan paste files antara library dan desktop anda, atau pindahkan folder dari desktop ke SharePoint.
Cara ini adalah yang paling cepat untuk mengupload berbagaimacam file ke SharePoint sekaligus.
Namun tidak semua file bisa di upload, seperti file besar yang melebihi 50 mega, file tipe ekse dan DE EL EL.
Untuk tipe file itu, anda perlu zip file nya sebelum dikirim ke SharePoint.

Kembali ke Shared Documents, disini tidak nampak folder baru nya, maka tekan F5 di keyboard untuk Refresh.
Ada baiknya untuk selalu melakukan Refresh tiap kali mengunjungi library agar file atau folder terbaru bisa dilihat.